humaniora

Datang Memburu Pelaku Curanmor, Polisi Kendari Justru Menemukan Drama Kemanusiaan di Balik Pintu Kontrakan

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:57 WIB
Tampak istri terduga pelaku yang dibloor bersama Kompol Welliwanto Malau dan anggota dari Polresta Kendari saat berada di rumah kontrakan. (Dok.Threads@info kendari)

Inti berita:

• Polisi yang mengembangkan kasus curanmor di Kendari menemukan istri dan anak autis terduga pelaku dalam kondisi kelaparan selama dua hari.

• Misi memburu terduga pelaku curanmor berubah menjadi misi kemanusiaan.

• Aparat Polres Kendari memberikan bantuan kebutuhan pokok, pengobatan, dan memfasilitasi kepulangan mereka ke kampung halaman.

 

MetroSelebes.com, KENDARI – Tak semua pengungkapan perkara kriminal diawali dengan pengejaran yang menegangkan. Di sebuah rumah kontrakan sederhana di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, langkah aparat kepolisian yang semula bertujuan mengembangkan kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor justru membuka tabir kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Di balik pintu rumah itu, seorang ibu muda dan anaknya yang berkebutuhan khusus ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah disebut bertahan hidup tanpa makanan selama dua hari.

Kedatangan personel Satreskrim Polresta Kendari dipimpin Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau awalnya untuk mencari keberadaan AR (26), suami perempuan tersebut yang tengah dicari dalam pengembangan kasus curanmor. Namun, di dalam rumah petugas menemukan sang istri berinisial Mawar (27, nama samaran) bersama anaknya yang berusia lima tahun dan mengidap autisme dalam kondisi lemas. Berdasarkan pengakuan korban kepada polisi, mereka hanya mengandalkan air putih karena tidak memiliki bahan makanan maupun uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Pelarian DPO Curanmor Showroom di Maros Berakhir, Aparat Ringkus Terduga Pelaku di Makassar 

Situasi itu membuat proses penegakan hukum sejenak bergeser menjadi aksi kemanusiaan. Melihat kondisi ibu dan anak tersebut, anggota kepolisian segera membelikan kebutuhan pokok berupa beras, telur, air mineral, makanan ringan hingga popok. Anak korban yang membutuhkan obat juga langsung mendapat bantuan, bahkan biaya pembelian obat disebut menggunakan dana pribadi Kasat Reskrim sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi keluarga tersebut.

Di hadapan petugas, Mawar juga mengungkapkan bahwa persoalan yang dialaminya bukan hanya kesulitan ekonomi. Ia mengaku selama ini hidup dalam tekanan akibat dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan intimidasi dari suaminya agar tidak membuka informasi terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari keterangan awal korban yang selanjutnya dapat didalami sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca juga: Polda Metro Jaya Klaim Kantongi Tiga Alat Bukti, Praperadilan Roy Suryo di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi Masuk Babak Penentuan 

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengatakan kehadiran polisi tidak semata-mata untuk menegakkan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan. "Yang kami lihat saat itu adalah kondisi kemanusiaannya terlebih dahulu. Ibu dan anak itu harus segera mendapatkan makanan, obat-obatan, serta tempat yang lebih aman," ujarnya sebagaimana dikutip dari laman resminya.

Setelah memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, kepolisian kemudian memfasilitasi kepulangan Mawar bersama anaknya ke rumah keluarganya di Kota Baubau dengan membiayai tiket perjalanan. Langkah tersebut dilakukan agar korban memperoleh pendampingan keluarga sekaligus lingkungan yang dinilai lebih aman, sementara proses penyelidikan terhadap perkara yang melibatkan suaminya tetap berjalan sesuai prosedur.

Baca juga: Diterpa Isu Jadi Simpanan Pejabat, Celine Evangelista Buka Suara dan Tegaskan Sudah Punya Pasangan 

Halaman:

Tags

Terkini