Selain itu, anak-anak juga berisiko lebih tinggi tertular TBC jika tinggal bersama dengan pengidap TBC yang tinggal serumah.
Karena itu, penting bagi orang tua dari anak stunting untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya. Sebab, TBC bisa saja bersifat laten, sehingga tidak menunjukkan gejala.
Jika ada anak atau orang tua yang sudah terkonfirmasi memiliki penyakit TBC aktif, kondisi ini harus segera diobati.
Pengobatan yang dilakukan akan melibatkan konsumsi sejumlah obat selama 6 sampai 12 bulan.
Baca Juga: Ini Penyebab Gadis Wajo Tolak Lamaran Pria yang Jauh-jauh Datang dari India, Ternyata oh Ternyata
Penting untuk meminum semua obat yang diresepkan, sepanjang waktu. Bahkan jika pengidapnya sudah merasa lebih baik.
Sebab, jika konsumsi obat tidak dilakukan sesuai anjuran dokter, pengidap TBC yang sudah merasa lebih baik, bisa sakit lagi.
Di sisi lain, orang tua dari anak yang stunting juga perlu menerapkan langkah pencegahan TBC yang sesuai. Nah, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Selalu menutup mulut dengan tisu saat batuk atau bersin. Tutup tisu di dalam kantong plastik, lalu buang.
Cuci tangan dengan air dan sabun setelah batuk atau bersin.
Baca Juga: Jadwal Bola Hari Ini 20 Februari: Laga Perdana Pekan ke-26 Liga 1 Hingga Getafe vs Valencia
Hindari mengunjungi orang lain dan hindari mengundang mereka untuk mengunjungimu ketika sedang sakit.
Jauhi rumah dari tempat kerja, sekolah, atau tempat umum lainnya saat merasa tidak sehat.
Pastikan sirkulasi udara di rumah memadai. Kamu bisa menggunakan kipas angin atau membuka jendela agar udara segar dapat masuk.
Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar TBC atau anak mengalami keluhan kesehatan, segeralah hubungi dokter.
Jadi dengan ulasan dalam artikel di atas, bisa disimpulkan bahwa anak stunting gampang tertular TBC adalah fakta, bukan hoax.***