MetroSelebes- Megalitikum adalah adalah zaman batu besar dimana pada masa itu manusia telah dapat membuat peralatan untuk kehidupan sehari - hari mereka dengan menggunakan batu.
Bukan hanya peralatan saja, manusia pada masa itu juga sudah dapat membuat kebudayaan yang menjadi identitas mereka menggunakan batu sehingga peninggalannya masih dapat di temukan dan dipelajari hingga saat ini.
Sulawesi Tengah menjadi salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya berupa benda dari zaman megalitikum.
Baca Juga: Pesona Keindahan Jembatan Kaca Gunung Bromo: Destinasi Wisata Terbaru di Jawa Timur
Menurut Romi Hidayat, Ketua Unit Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo dilansir dari https://www.mongabay.co.id/ berdasarkan penanggalan yang diperoleh sampai saat ini, cagar budaya megalitik di lembah Sulawesi Tengah hingga perbatasan Sulawesi Selatan, secara kronologi merupakan megalitik tertua di Indonesia.
Ini diperoleh dari penelitian tulang-tulang rangka manusia yang berada dalam kubur tempayan batu di situs Wineki di Lembah Behoa, yaitu 2351-1416 SM yang kemungkinan punah pada sekitar 1452-1527 M.
Oleh karena sangat berharganya situs megalitikum ini, bahkan pada tahun 2023 pemerintah provinsi sulawesi tengah mempromosikannya melalui dinas pariwisata provinsi sebagai "Negeri 1000 Megalitikum"
bagi kalian yang penasaran dan ingin berkunjung ke situs megalitikum yang dimiliki oleh sulawesi tengah, kalian bisa langsung menuju TNLL.
Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) memiliki luas sekitar 2180 km persegi, kalian dapat menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam untuk menuju TNLL dari Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Selain sebagai rumah untuk flora dan fauna yang endemik dan terancam punah, TNLL juga merupakan tempat bagi situs megalitikum yang menarik untuk dikunjungi sehingga mengunjungi TNLL merupakan paket wisata yang lengkap.
berikut beberapa temuan peninggalan pada zaman megalitikum di Taman Nasional Lore Lindu yaitu Kalamba, Arca Menhir, Menhir, Batu Dakon, Batu Dulang, Lumpang Batu, Batu Kerakal, Altar, Dolmen, Tetralit, Temu Gelang, Tiang Batu, Tumulus, Punden Berundak, Tempayan Kubur, Batu Gores, Palung Batu, Peti Kubur Kayu, dan Jalan Batu.
Lokasi penemuan tinggalan kalamba di Sulawesi Tengah meliputi wilayah Lore yang terbagi dalam tiga wilayah, yaitu Lore Utara atau Lembah Napu, Lore Tengah atau Lembah Behoa, dan Lore Selatan atau Lembah Bada. Selain di Lore, temuan kalamba hanya di temukan di wilayah Kulawi.