Inti berita:
• Island Battle Royal karya Akiyoshi Rikako menghadirkan permainan psikologis di pulau terpencil yang menguji kepercayaan, naluri bertahan hidup, dan moral manusia.
METROSELEBES.com, JAKARTA– Bayangkan sebuah liburan gratis ke pulau pribadi yang semula terdengar seperti hadiah. Laut, suasana terpencil, dan waktu untuk bersantai. Namun, ketika kapal pergi tanpa membawa para tamu, pulau itu berubah menjadi perangkap yang memaksa mereka berhadapan dengan ketakutan, kecurigaan, dan naluri bertahan hidup.
Premis itulah yang menjadi pintu masuk novel Island Battle Royal karya Akiyoshi Rikako, penulis Jepang yang dikenal melalui permainan psikologis dan kejutan dalam cerita misterinya. Diterbitkan oleh Penerbit Haru, novel setebal 296 halaman ini dijadwalkan hadir pada Agustus 2026 dan menawarkan kombinasi misteri, thriller psikologis, serta survival yang sejak awal menempatkan pembaca dalam situasi serba tidak aman.
Baca juga: 8 Tuntutan BEM UI dalam Demo di Bundaran HI: Desak Hentikan KKN hingga Tolak Intervensi TNI-Polri
Cerita bermula dari obrolan ringan di sebuah bar bernama Bar Island. Pemilik bar yang dikenal sebagai Master mengajukan pertanyaan sederhana kepada para pengunjung: jika harus terdampar di pulau kosong, tiga benda apa yang akan mereka bawa? Pertanyaan tersebut kemudian mengambil makna berbeda ketika Master mengundang para pengunjung setianya berlibur secara cuma-cuma ke pulau pribadi miliknya.
Kegembiraan itu tak bertahan lama. Pada pagi berikutnya, Master menghilang bersama kapal pesiarnya. Para tamu ditinggalkan di pulau terpencil tanpa sarana komunikasi yang memadai. Dari sinilah permainan sebenarnya dimulai: mereka harus bertahan hidup dengan hanya mengandalkan tiga benda yang sebelumnya mereka pilih, sementara ancaman terbesar justru datang dari orang-orang yang berada di sekitar mereka.
Kekuatan utama novel ini bukan semata-mata pada permainan survival-nya, melainkan pada cara Akiyoshi menguji batas moral para tokohnya. Ketika pilihan semakin sempit dan rasa takut meningkat, pembaca diajak mempertanyakan apakah manusia masih mampu mempertahankan empati ketika keselamatan diri sendiri menjadi taruhan.
Tempo cerita menjadi salah satu daya tarik Island Battle Royal. Konflik tidak dibiarkan berlarut-larut sehingga atmosfer terisolasi di pulau terasa semakin menekan. Pembaca juga terus didorong untuk mencurigai motif masing-masing karakter. Di titik ini, karakter yang egois dan menjengkelkan justru menjadi bagian dari permainan psikologis cerita, meski bagi sebagian pembaca perilaku mereka mungkin terasa melelahkan.
Baca juga: Viral Siswi SD di Mamasa Jalan Kaki 1 Kilometer demi Ikut Upacara, Banjir Apresiasi Warga
Sebagai novel survival, Island Battle Royal bekerja lebih menarik ketika dibaca sebagai eksperimen tentang manusia daripada sekadar kisah saling mengeliminasi. Akiyoshi Rikako memanfaatkan situasi ekstrem untuk memperlihatkan bagaimana ketakutan, kepentingan pribadi, dan rasa percaya dapat saling berbenturan. Dengan misteri yang bergerak cepat dan kejutan khas sang penulis, novel ini layak dipertimbangkan bagi pembaca yang menyukai thriller psikologis dengan atmosfer mencekam.
Detail Buku
Artikel Terkait
Mengharukan! 5 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim untuk Korban Gempa NTT, 700 Kg Jadi Pengiriman Perdana
Viral Siswi SD di Mamasa Jalan Kaki 1 Kilometer demi Ikut Upacara, Banjir Apresiasi Warga
Nias Selatan Diguncang Gempa M 6,1, Episentrum 160 Km dari Daratan: BMKG Beri Imbauan
Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar Hari Ini, Kuasa Hukum Uji Sah Penetapan Tersangka hingga Penggeledahan
8 Tuntutan BEM UI dalam Demo di Bundaran HI: Desak Hentikan KKN hingga Tolak Intervensi TNI-Polri