Inti berita:
• Serangan drone yang diduga menyasar FSRU Energos Winter di Pelabuhan Damietta, Mesir.
• Akibatnya kebakaran pada dua kapal pengangkut gas tanpa menimbulkan korban jiwa.
• Insiden ini memantik reaksi keras Presiden AS Donald Trump.
• Mesir masih menyelidiki penyebab pasti dan belum mengonfirmasi pihak yang bertanggung jawab.
MetroSelebes.com, DAMIETTA - Langit Pelabuhan Damietta di pesisir Laut Mediterania mendadak berubah mencekam ketika kobaran api membumbung tinggi dari kawasan terminal gas pada Rabu (29/7/2026). Kebakaran besar yang melibatkan dua kapal pengangkut gas itu diduga dipicu serangan pesawat nirawak (drone), memunculkan kekhawatiran baru terhadap keamanan infrastruktur energi di kawasan yang tengah dibayangi ketegangan geopolitik.
Berdasarkan laporan lembaga keamanan maritim internasional Ambrey, sasaran utama serangan adalah FSRU Energos Winter, unit penyimpanan dan regasifikasi terapung milik perusahaan asal Amerika Serikat. Ledakan kemudian memicu kebakaran yang merembet ke kapal tanker LNG Gaslog Salem yang sedang bersandar di dermaga yang sama sehingga menyebabkan kerusakan pada kedua kapal.
Kementerian Perminyakan Mesir memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Dalam pernyataan resminya, pemerintah Mesir menyebut, "Situasi ini segera ditangani sesuai dengan rencana tanggap darurat dan cepat oleh tim pemadam kebakaran dan keamanan. Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa." Pernyataan tersebut dikutip Al Jazeera dan Reuters dari rilis resmi Kementerian Perminyakan Mesir.
Di sisi lain, pemerintah Mesir belum mengungkap penyebab pasti kebakaran maupun mengonfirmasi secara resmi adanya serangan drone. Otoritas menyatakan investigasi masih berlangsung, sementara nilai kerugian material akibat insiden di fasilitas energi strategis tersebut masih dalam proses pendataan.
Sejumlah analis keamanan maritim menilai pola serangan memiliki keterkaitan dengan meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Namun hingga kini belum ada bukti resmi ataupun klaim tanggung jawab dari Iran maupun kelompok bersenjata mana pun. Karena itu, dugaan keterlibatan pihak tertentu masih sebatas analisis dan menunggu hasil penyelidikan otoritas.
Reaksi keras datang dari Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya tidak akan tinggal diam apabila pelaku serangan berhasil diidentifikasi. Kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan, "Jadi sekarang giliran kita. Kita akan melihat apakah ada kesepakatan dengan Iran di beberapa titik, tetapi kita akan memukul mereka dengan sangat keras." Pernyataan tersebut dikutip The Straits Times dari keterangan Trump di White House.