METROSELEBES.COM - Pemerintah pusat terus memfokuskan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di setiap wilayah. Begitu juga dengan kasus stunting, untuk itulah Polres Palopo membentuk tim pemburu.
Tim pemburu yang dibentuk di Polres Palopo untuk mendeteksi adanyak kasus stunting. Juga akan melakukan pendataan lebih mendalam adanya kemiskinan ekstrem.
Pembentunkan tim pemburu stunting dan kemiskinan ekstrem yang dibentuk Polres Palopo merupakan tindak lanjut rakornas Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu terkait penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Baca Juga: Dunia Lagi Butuh, Produksi Nikel PT Vale Menurun Malah Menurun
Kapolres Palopo, AKBP Safi’i Nafsikin kepada media mengatakan, pihaknya tidak hanya membentuk tim, tetapi juga membentuk posko.
Posko itu menjadi tempat penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kota Palopo.
“Posko ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana termasuk sembako, vitamin untuk balita yang mengalami stunting,” ujarnya kepada awak media.
“Hari ini kami melaporkan kepada masyarakat tentang kesiapan kami menindaklanjuti rakornas Presiden kita dalam hal penanganan kemiskinan ekstreme dan stunting,” terang Kapolres Palopo, AKBP Safi’i Nafsikin.
Baca Juga: Calon Provinsi Sulawesi Timur Segera Mekar, Masyarakat Sambut Gembira
Selain menyalurkan sembako, tim bentukan Kapolres Palopo ini bakal merenovasi rumah. Rumah warga yang akan direhab berada di Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur.
“Salah satu rumah yang akan kita renovasi yaitu atas nama Feri, Warga Kelurahan Salokoe, Kecamatan Wara Timur,” pungkasnya. (***)