lifesytle

Kopi dan Gaya Hidup Kurang Gerak: Penelitian Terbaru Mengungkap Efek Positif Kopi Terhadap Kesehatan

Sabtu, 28 September 2024 | 04:48 WIB
Kopi dan Gaya Hidup Kurang Gerak: Penelitian Terbaru Mengungkap Efek Positif Kopi Terhadap Kesehatan

METRO SELEBES.COM - Seiring dengan meningkatnya gaya hidup modern yang kurang aktif secara fisik, banyak penelitian menunjukkan dampak negatif dari kebiasaan kurang bergerak terhadap kesehatan.

Kondisi seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, obesitas, osteoporosis, kanker, hingga penyakit jantung menjadi risiko yang dihadapi oleh individu yang menjalani gaya hidup tersebut.

American Heart Association merekomendasikan agar orang dewasa melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Video Syur Oknum Guru di Gorontalo Viral, Direkam Sahabat Korban sebagai Bukti

Aktivitas ini mencakup banyak bergerak setiap hari untuk mencegah dampak buruk dari kebiasaan duduk terlalu lama.

Namun, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal (BMC Public Health) mengungkap bahwa minum kopi secara teratur dapat membantu mengurangi beberapa efek negatif dari gaya hidup yang kurang gerak.

Para ilmuwan dari Universitas Soochow di Suzhou, Tiongkok, menemukan bahwa individu yang duduk lebih dari delapan jam per hari memiliki risiko kematian yang lebih tinggi akibat semua penyebab, terutama penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari empat jam sehari. Namun, bagi mereka yang rutin mengonsumsi kopi, risiko ini tampaknya lebih rendah.

Baca Juga: Cuma Butuh Waktu 5 Menit! Begini Cara Mendapatkan Kartu Indonesia Pintar atau KIP Secara Online

Penelitian ini melibatkan sekitar 10.700 peserta dewasa dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional AS 2007–2018.

Para peneliti menganalisis data terkait kebiasaan duduk harian dan konsumsi kopi dari para peserta. Hasil menunjukkan bahwa meskipun duduk lama meningkatkan risiko kesehatan, konsumsi kopi dapat menjadi faktor pelindung yang membantu menurunkan risiko tersebut.

Bingyan Li, PhD, profesor di Departemen Gizi dan Kebersihan Makanan di Universitas Soochow, menjelaskan bahwa saat ini banyak pekerjaan tidak lagi membutuhkan aktivitas fisik yang berat.

Baca Juga: Lebih Setahun Dirawat di RS Saudi, Kemenag Kawal Kepulangan Jemaah Umrah ke Tanah Air

Peningkatan penggunaan teknologi, seperti menonton TV dan bekerja di depan komputer, membuat masyarakat semakin banyak menghabiskan waktu untuk duduk.

Bahkan, Li menekankan bahwa meski seseorang sudah memenuhi pedoman aktivitas fisik, duduk dalam waktu lama tetap membahayakan kesehatan, terutama terkait metabolisme dan peradangan.

Halaman:

Tags

Terkini

Wisata Toraja Terbaru yang Keren

Selasa, 14 Maret 2023 | 15:26 WIB

Ketahui Ciri-ciri Rumah Ideal Sebelum Membangun

Senin, 6 Maret 2023 | 12:30 WIB

Ide Cat Rumah 2023: Lengkap dengan Tipikalnya

Rabu, 1 Maret 2023 | 11:35 WIB

Innova Zenix Hybrid: Varian Toyota Ramah Lingkungan

Senin, 20 Februari 2023 | 11:52 WIB