Inti berita:
• Masyarakat Sumatera Barat melalui LKAAM Sumbar dan Gebu Minang menyiapkan 5 ton rendang untuk korban gempa NTT.
• Sesuai agenda LKAAM Sumbar rencana pengiriman perdana sebanyak 700 kilogram pada 17 Agustus 2026.
METROSELEBES.com, SUMBAR - Ketika bencana datang membawa duka, solidaritas sering bergerak lebih cepat dari apa pun. Dari Sumatera Barat, kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk yang lekat dengan identitas masyarakat Minangkabau: rendang. Sebanyak 5 ton rendang disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut digagas Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Gebu Minang. Pengiriman dilakukan secara bertahap, dengan tahap perdana sebanyak 700 kilogram rendang diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules A-1333 dari Lanud TNI AU di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (17/8/2026).
Baca juga: Merah Putih Membentang di Puncak Bawakaraeng, Ribuan Pendaki Rayakan HUT ke-81 RI dari Ketinggian
Di balik pengiriman itu, ada semangat gotong royong yang dihimpun dari masyarakat Sumatera Barat, baik yang tinggal di kampung halaman maupun di perantauan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan nyata bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.
Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, gerakan tersebut lahir dari pengalaman masyarakat Sumbar ketika menghadapi gempa besar pada 2009. Menurutnya, saat itu masyarakat Sumbar juga merasakan besarnya dukungan dan bantuan dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Sosok Celina Olivia, Siswi SMKN 5 Pontianak yang Bawa Baki Merah Putih ke Hadapan Prabowo
“Dulu saat gempa 2009, masyarakat Sumbar dibantu seluruh masyarakat Indonesia. Hari ini (Senin, red) saudara kita merasakan hal yang sama,” ujar Fauzi.
Pemilihan rendang sebagai bantuan pangan juga bukan tanpa alasan. Makanan khas Minangkabau itu dikenal memiliki daya tahan relatif lama sehingga dinilai lebih praktis untuk dikirim ke wilayah yang terdampak bencana. Meski demikian, bantuan rendang ini merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat Sumbar dan bukan satu-satunya kebutuhan yang diperlukan para korban di lokasi bencana.
Pengiriman perdana 700 kilogram tersebut menjadi awal dari target bantuan 5 ton yang akan disalurkan secara bertahap. Bagi masyarakat Sumbar, langkah ini bukan sekadar mengirim makanan, melainkan cara untuk membalas solidaritas yang pernah mereka terima sekaligus menunjukkan bahwa semangat membantu sesama tetap hidup ketika saudara sebangsa sedang menghadapi musibah. (*)