Untuk bronkitis akut atau bronkitis kronis, tanda dan gejala dapat meliputi:
- Batuk produktif.
- Produksi lendir (dahak), yang bisa berwarna bening, putih, abu-abu kekuningan atau hijau. Pada kasus yang jarang, lendir batuk juga mungkin memiliki bercak darah.
- Kelelahan atau lesu.
- Sesak napas.
- Demam dan menggigil.
- Ketidaknyamanan dada.
Baca Juga: Ini Kegunaan Fitur Broadcast Chanel Instagram yang Segera Diluncurkan
Dampak Serius Bronkitis pada Anak
Ketika bronkitis membuat pengidapnya sulit bernapas, kadar oksigen dalam tubuh akan menurun.
Seiring waktu, kondisi ini menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan seluruh tubuh.
Perkembangan bronkitis kronis dan bentuk PPOK lainnya dapat menyebabkan komplikasi dari waktu ke waktu, termasuk hipoksia.
Baca Juga: Viral! Tersangka Kasus Narkoba di Toraja Mengaku Dibekingi Polres
Meski sebagian besar anak yang mengidap bronkitis akut akan sembuh tanpa masalah. Tetapi, tanpa perawatan yang tepat, baik bronkitis akut maupun kronis dapat memicu terjadinya pneumonia.
Pneumonia merupakan kondisi inflamasi yang terjadi saat seseorang mengalami infeksi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru. Kantung udara yang terinfeksi tersebut akan terisi oleh cairan maupun nanah (dahak purulen). Adapun gejala dari pneumonia adalah:
- Nyeri dada saat batuk atau bernapas.
- Badan berkeringat, menggigil, dan demam.
- Sesak napas.
- Batuk dengan dahak.
- Tubuh mengalami kelelahan yang berlebihan.
- Kehilangan selera makan.
- Mual, diare, dan muntah.
- Merasa linglung hingga mengalami penurunan kesadaran.
- Penanganan untuk Kondisi Ini
Sebagian besar kasus bronkitis akut sembuh tanpa pengobatan, biasanya dalam beberapa minggu.
Namun, jika dokter mencurigai penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri, ia mungkin akan meresepkan antibiotik.
Dokter juga akan merekomendasikan agar anak-anak dan remaja, untuk meminum banyak cairan dan beristirahat lebih banyak.
Baca Juga: Gagal Lamar Kekasihnya, WNA Asal India Asib Ali Bhore Dapat Dukungan Nitizen
Untuk beberapa anak atau remaja yang lebih tua, dokter mungkin meresepkan penggunaan obat batuk untuk meredakan batuk.