wisata

Danau Tondano Di Minahasa Sulawesi Utara: Indah Dan Bikin Takjub Pesonanya Serasa Berlibur Ke Kampung Bidadari

Sabtu, 4 November 2023 | 21:03 WIB
Foto: Danau Tondano Unggahan Facebook IndoTraveller

MetroSelebes-  Pesona keindahan danau Tondano sudah tidak dapat diragukan lagi. Danau ini merupakan danau yang terluas di Provinsi Sulawesi Utara..

Danau Tondano memiliki legenda mengenai asal usul terbentuknya dan hal tersebut menjadi keunikan tersendiri untuk di simak baik oleh masyarakat dan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Terdapat banyak spot foto yang instagramable dan dapat kamu manfaatkan untuk membuat beranda sosial mediamu jadi estetik. 

Baca Juga: Bikin Lupa Jalan Pulang ! Inilah Pesona Kehidupan Desa Adat Sasak di Lombok NTB Yang Harus Kamu Ketahui.

Foto: Danau Tondano Unggahan Facebook IndoTraveller

Spot foto tersebut tersebar pada beberapa lokasi yang ada di bibir danau Tondano.

Foto: Danau Tondano Unggahan Facebook IndoTraveller

Selain itu, ada banyak tempat makan ikan air tawar seperti mujair di sekitar danau Tondano sehingga selain berwisata fotografi kalian juga bisa sekalian kulineran memanjakan lidah dengan masakan masakan andalan warung makan yang ada di Tondano.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Wisata Pantai di Jember Jawa Timur, Kaum Hawa Wajib Kunjungi, Berikut Potretnya

Jarak antara Danau Tondano dengan kota Manado yang tidak terlalu jauh yakni hanya sekitar 24, 9 km atau ditempuh selama kurang lebih 50 menit. 

Secara geografis Danau Tondano  dikelilingi 3 gunung dan 1 bukit yang memutari area sekitar danau yaitu, Gunung Lembean, Gunung Kaweng, Gunung Masarang dan Bukit Tampusu. Satu yang terlihat jelas adalah Gunung Kaweang yang nampak menjulang tinggi dari tepi danau. 

Bagi kalian yang hobi memancing dapat menyalurkannhobi memancing di danau Tondano dan rasakan sensasi tarikan Ikan air tawar di danau Tondano.

Baca Juga: Ayo Ke Pantai Tumpaan Di Kabupaten Minahasa ! Panorama Surga Indonesia Dan Instagramable Dari Sulawesi Utara

Kembali ke kisah terbentuknya danau ini yang menurut kepercayaan masyarakat setempat  terjadi karena letusan yang dahsyat dan ada legenda tentang kisah sepasang insan manusia yang berlainan jenis melanggar larangan orang tua untuk kawin (bahasa Minahasa: kaweng) dengan nekat lari (tumingkas) di hutan.

Halaman:

Tags

Terkini