Baca Juga: Ding Liren Juara Dunia Catur 2023, Menangi Duel Sengit Lawan Ian Nepomniachtchi
Sejak hari itu, Soeharto selalu menolak permintaan Habibie untuk bertemu.
Habibie pernah sekali waktu berbicara dengan Soeharto soal permintaan bertemu melalui sambungan telepon pada 9 Juni 1998.
"Pak Harto, mohon berkenan menerima saya. Saya mohon penjelasan dan saran bapak mengenai semua yang telah terjadi," tutur Habibie dalam buku Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi yang ditulis sendiri oleh Habibie.
"Tidak menguntungkan bagi keadaan sekarang, jikalau saya bertemu dengan Habibie. Laksanakan tugasmu dengan baik, saya hanya dapat melaksanakan tugas sampai di sini saja. Saya sudah tua," timpal Soeharto.
Baca Juga: Rizky Pellu Beri Isyarat CLBK, Dirut PSM Makassar: Nanti Kita Umumkan
Sebelum meninggal di RSPP Jakarta, Soeharto juga menolak Habibie.
Padahal Habibie, bersama isterinya Ainun Habibie, yang langsung datang dari Jerman, datang ke RSPP namun tak diperkenankan masuk ke dalam kamar.
Kesaksian ini diperoleh dari mantan Ajudan Soeharto, I Gusti Nyoman Suweden.
Suweden merupakan sosok yang selalu mendampingi Soeharto hingga ia dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan menghembuskan nafas terakhirnya, 27 Januari 2008.
"Pak Habibie pun datang tapi enggak boleh masuk kamar. Waktu itu cukup di luar. Kan ada ruang tamu, tempat wartawan juga ada."
Baca Juga: Ini Link Live Streaming BAC 2023 Jumat 28 April, Masih Ada 5 Wakil Indonesia Belum Tanding
"Tapi yang masuk ke kamar rawat tidak ada. Hanya saya dan keluarga, Mbak Tutut, Mbak Titiek, Mas Bambang, Mas Sigit, semuanyalah," kenang Suweden.***